Cloud in Asia
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial
No Result
View All Result
  • Cloud Computing
  • Cloud Native Computing
  • VMware
  • OpenStack
  • Kubernetes
  • Linux
  • Red Hat
  • Ubuntu
Cloud in Asia
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial
No Result
View All Result
Cloud in Asia
No Result
View All Result
Home Berita

Risiko Single Cloud Mendesak Evaluasi, Multi-Cloud Jadi Opsi Adaptif

Nabila Sarwadan by Nabila Sarwadan
December 8, 2025
in Berita, Cloud Computing
0
gambar ilustrasi multi cloud

Gambar ilustrasi: Teknologi Multi Cloud memungkinkan kita untuk menggunakan berbagai jenis infrastruktur cloud untuk mendukung kelancaran operasional bisnis agar tetap berfungsi setiap waktu.

0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lonjakan biaya cloud, risiko vendor lock-in, dan keterbatasan fleksibilitas mulai menjadi  masalah serta menghantui banyak korporasi dan organisasi besar. Dalam beberapa tahun terakhir, kalangan korporasi di Eropa mulai dari sektor finansial hingga manufaktur mulai menyadari satu hal penting: bergantung pada satu penyedia cloud tidak lagi efisien maupun aman.

Strategi multi-cloud pun muncul sebagai solusi nyata. Dengan memanfaatkan kombinasi penyedia layanan seperti AWS, Google Cloud, dan OpenStack berbasis open source, perusahaan dapat mengoptimalkan biaya, meningkatkan resilience, sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu vendor.

Menurut laporan Gartner 2025, lebih dari 78% perusahaan besar di Eropa kini mengadopsi strategi multi-cloud untuk efisiensi biaya dan penguatan keamanan data. Langkah ini terbukti mampu menurunkan total cost of ownership (TCO) hingga 25–30%, sambil menjaga kinerja operasional di level enterprise.

Relevansi bagi Indonesia: Efisiensi, Regulasi, dan Kedaulatan Data

Di Indonesia, tren multi-cloud juga mulai menguat. Tekanan biaya operasional IT, kebutuhan efisiensi, serta tuntutan kedaulatan data nasional kini mendorong kalangan korporasi, lembaga pemerintah dan layanan publik untuk meninjau ulang strategi cloud mereka.

Kebijakan seperti Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) mewajibkan data publik dan sensitif untuk dikelola di dalam negeri. Dalam konteks ini, pendekatan multi-cloud dengan kombinasi local cloud providers dan open-source stack seperti OpenStack atau Ubuntu menjadi solusi yang lebih adaptif, efisien, dan sesuai dengan lanskap regulasi Indonesia.

Dengan membagi beban kerja ke beberapa platform, perusahaan tidak hanya menghindari single point of failure, tetapi juga dapat melakukan optimasi biaya berdasarkan kekuatan unik setiap penyedia cloud.
Misalnya, Canonical MLOps dengan Charmed Kubeflow dimanfaatkan untuk orkestrasi lifecycle machine learning, sementara Ubuntu OpenStack berperan sebagai fondasi infrastruktur yang menjamin performa pengelolaan data dan analitik, sekaligus memastikan kepatuhan mutlak terhadap prinsip data sovereignty dan regulasi nasional.

Strategi Implementasi

Untuk mencapai efisiensi nyata, adopsi multi-cloud tidak bisa hanya bersifat teknis. Perusahaan dan institusi pemerintah perlu memulainya dengan langkah-langkah strategis seperti:

  1. Audit beban kerja (workload audit) untuk menentukan layanan mana yang paling efisien di tiap platform.
  2. Integrasi DevOps lintas cloud, agar tim IT dapat mengelola infrastruktur secara terpusat dan efisien.
  3. Automasi dan observability, guna mengontrol performa serta biaya di berbagai lingkungan cloud.
  4. Kemitraan strategis dengan penyedia cloud lokal, agar tetap patuh pada regulasi dan menjaga kedaulatan data nasional.
gambar ilustrasi multi cloud
Gambar ilustrasi: Teknologi Multi Cloud memungkinkan kita untuk menggunakan berbagai jenis infrastruktur cloud untuk mendukung kelancaran operasional bisnis agar tetap berfungsi setiap waktu.

Langkah-langkah ini terbukti menjadi kombinasi sukses di Eropa dalam menurunkan cloud waste hingga 30%, sekaligus memperkuat business resilience ketika terjadi gangguan global.

Bagi perusahaan di Indonesia, multi-cloud bukan sekadar diversifikasi teknologi, tetapi fondasi untuk membangun bisnis yang lebih efisien, aman, dan mandiri.

Dengan strategi yang tepat, pendekatan ini dapat menekan biaya operasional, meningkatkan kontrol atas data, dan memperkuat posisi korporasi swasta, BUMN, lembaga pemerintah dan layanan publik dalam akselerasi transformasi digital di Tanah Air. Pada akhirnya, keputusan bukan hanya soal “cloud mana yang lebih murah”, melainkan bagaimana organisasi mampu mengorkestrasi berbagai cloud dengan cerdas untuk menjaga efisiensi tanpa kehilangan fleksibilitas.

Di sinilah masa depan efisiensi IT terbentuk: bukan di satu cloud, tetapi di harmoni multi-cloud. ***

Related

Latest News

Seseorang sedang melihat peta Negara Estonia pada layar

Dari Serangan Siber ke Kedaulatan Digital: Strategi Open Source ala Estonia

December 25, 2025
Foto bersama pemateri, panitia dan perwakilan peserta IT CAMP 2025

Dari Pengguna ke Pembangun: IT CAMP 2025 Perkenalkan AI Lokal, Terbuka, dan Berdaulat

December 22, 2025
Eropa Genjot Cloud Berbasis Open Source di Tengah Lonjakan Kebutuhan Energi

Eropa Genjot Cloud Berbasis Open Source di Tengah Lonjakan Kebutuhan Energi

December 11, 2025
gambar ilustrasi multi cloud

Risiko Single Cloud Mendesak Evaluasi, Multi-Cloud Jadi Opsi Adaptif

December 8, 2025
Setelah Insiden ‘Black October’, Ini 5 Strategi Multi-Cloud Untuk Tim DevOps dan CTO

Setelah Insiden ‘Black October’, Ini 5 Strategi Multi-Cloud Untuk Tim DevOps dan CTO

December 8, 2025

Popular Contents

  • Seseorang sedang melihat peta Negara Estonia pada layar

    Dari Serangan Siber ke Kedaulatan Digital: Strategi Open Source ala Estonia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Pengguna ke Pembangun: IT CAMP 2025 Perkenalkan AI Lokal, Terbuka, dan Berdaulat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Keunggulan Canonical MicroCloud: Solusi Ideal & Simpel Bangun Private Cloud

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Contact Us
To say hi, partnership, Press Release, and other collaborations, please contact;
Email: editor@cloudinasia.com

DMCA.com Protection Status
  • About
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2026 Cloud in Asia - Connecting Cloud Community.

  • Login
No Result
View All Result
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial

© 2026 Cloud in Asia - Connecting Cloud Community.

Go to mobile version