Cloud in Asia
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial
No Result
View All Result
  • Cloud Computing
  • Cloud Native Computing
  • VMware
  • OpenStack
  • Kubernetes
  • Linux
  • Red Hat
  • Ubuntu
Cloud in Asia
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial
No Result
View All Result
Cloud in Asia
No Result
View All Result
Home Berita

Dari Pengguna ke Pembangun: IT CAMP 2025 Perkenalkan AI Lokal, Terbuka, dan Berdaulat

Amanda M.S by Amanda M.S
December 22, 2025
in Berita
0
Foto bersama pemateri, panitia dan perwakilan peserta IT CAMP 2025

Foto bersama pemateri, panitia dan perwakilan peserta IT CAMP 2025

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jika kebanyakan orang hanya terpukau pada kecanggihan AI dengan menggunakannya sebagai pengguna, Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) bekerja sama dengan Onno Center dan beberapa perusahaan teknologi di Indonesia mengadakan kegiatan berjudul IT CAMP 2025 yang justru mengajak generasi muda untuk mengambil kendali sebagai pengatur teknologi AI itu sendiri.

Acara yang dilaksanakan selama 2 hari 1 malam dari tanggal 8-9 November 2025 mengusung tema “Build Your Own AI: Open, Local, and Powerful”. Konsep acara ini bukan sekadar seminar teknis biasa, namun juga memberikan wawasan yang membangun semangat kemandirian digital para peserta, yaitu semangat untuk tidak bergantung sepenuhnya pada layanan cloud raksasa, melainkan mampu membuat teknologinya sendiri.

Melawan Ketergantungan dengan Ekosistem Terbuka

Foto Pemateri dari AMD menjelaskan tentang konsep Hybrid AI with AMD Ryzen AI
Pemateri dari AMD menjelaskan tentang konsep Hybrid AI with AMD Ryzen AI

Semangat “Generasi Pembuat” terasa kental dalam setiap sesi. Dalam sesi pemaparan dari AMD Indonesia, pemateri tidak sekadar memamerkan perangkat keras mereka, melainkan juga membuka wawasan tentang kebebasan berinovasi. Melalui ekosistem ROCm 7 dari AMD yang bersifat open-source mereka memperlihatkan framework populer seperti PyTorch dan TensorFlow yang berjalan mulus. Ditambah dengan teknologi Unified Memory pada prosesor Ryzen AI, hal ini memungkinkan CPU, GPU, dan NPU berbagi memori yang sama tanpa perlu repot menyalin data bolak-balik. Semua keunggulan ini memberikan fleksibilitas tanpa harus terjebak dalam kondisi vendor lock-in dan batasan efisiensi.

Sovereign Edge AI: Kedaulatan di Tangan Sendiri

Di sesi yang lain, Fidelito dari Sivali Cloud Technology menjelaskan konsep Sovereign Edge AI. Tema ini diangkat oleh Sivali sebagai jawaban atas kekhawatiran masalah privasi data digital di Indonesia beberapa bulan terakhir ini.

Foto pemateri dari Sivali menjelaskan konsep Sovereign Edge AI menggunakan NVIDIA Nano Jetson dan Ubuntu
Pemateri dari Sivali menjelaskan konsep Sovereign Edge AI menggunakan NVIDIA Nano Jetson dan Ubuntu

Menurut Fidelito sebagai Cloud Engineer AI di Sivali, infrastruktur komputasi harus berada dalam kendali penuh kita demi kedaulatan data. Alih-alih melempar data ke server antah-berantah, dalam demonya, tim Sivali membuktikan ketangguhan perangkat NVIDIA Jetson Orin Nano berbasis Ubuntu dalam menjalankan AI langsung di dalam perangkat. Hasilnya? Model deep learning canggih bisa berjalan offline, cepat, dan aman.

Infrastruktur Tangguh dan Praktik Nyata

Di acara IT Camp 2025 ini juga D-Link hadir melengkapi materi dengan membedah perbedaan krusial antara perangkat rumahan dan industri. Mereka menunjukkan bahwa menjaga konektivitas sistem AI dan IoT di sektor bisnis membutuhkan ketahanan ekstra dan manajemen jarak jauh yang mumpuni.

Foto pemateri dari D-Link membawa tema mengenai IoT & Machine-to-Machine
Pemateri dari D-Link membawa tema mengenai IoT & Machine-to-Machine

Puncak antusiasme peserta terjadi di sesi workshop. Di sini, teori berubah menjadi aksi nyata. Para peserta diajak membangun Local LLM Server menggunakan Ollama di atas Ubuntu 24.04 LTS.

Terlebih saat para peserta menyadari bahwa model bahasa besar (LLM) seperti DeepSeek dan Qwen ternyata bisa dijalankan secara lokal hanya dengan CPU Xeon, tanpa wajib memiliki GPU kelas atas yang mahal. Fitur RAG (Retrieval-Augmented Generation) pun diperkenalkan yang memungkinkan AI memproses dokumen internal tanpa mengorbankan privasi. Semua materi dan praktek yang ditunjukkan kepada para peserta menjadi sebuah solusi cerdas untuk bisnis masa depan yang lebih efisien, efektif dan aman.

Foto sesi workshop membangun LLM dengan Ollama sebagai Alternatif ChatGPT Secara Lokal
Sesi workshop membangun LLM dengan Ollama sebagai Alternatif ChatGPT Secara Lokal

Membangun Masa Depan, Bukan Sekadar Memakai

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan pesan kuat dari rektor ITTS, Prof. Onno W. Purbo. Beliau menegaskan bahwa masa depan teknologi tidak dibangun oleh mereka yang hanya bisa menekan tombol, tetapi oleh mereka yang paham cara kerjanya sejak dini. Integrasi kurikulum AI dan coding dari jenjang sekolah dasar adalah kunci untuk mencetak generasi yang kritis dan adaptif.

Acara IT CAMP 2025 membuktikan satu hal, bahwa teknologi hanyalah alat. Dan manusia di belakangnyalah yang berani bereksperimen dan berkolaborasi yang membuatnya lebih bermakna. Dengan ekosistem yang tepat, anak muda Indonesia siap melompat jauh lebih tinggi, lebih dari sekedar menjadi penonton di negeri sendiri.***

Related

Latest News

Seseorang sedang melihat peta Negara Estonia pada layar

Dari Serangan Siber ke Kedaulatan Digital: Strategi Open Source ala Estonia

December 25, 2025
Foto bersama pemateri, panitia dan perwakilan peserta IT CAMP 2025

Dari Pengguna ke Pembangun: IT CAMP 2025 Perkenalkan AI Lokal, Terbuka, dan Berdaulat

December 22, 2025
Eropa Genjot Cloud Berbasis Open Source di Tengah Lonjakan Kebutuhan Energi

Eropa Genjot Cloud Berbasis Open Source di Tengah Lonjakan Kebutuhan Energi

December 11, 2025
gambar ilustrasi multi cloud

Risiko Single Cloud Mendesak Evaluasi, Multi-Cloud Jadi Opsi Adaptif

December 8, 2025
Setelah Insiden ‘Black October’, Ini 5 Strategi Multi-Cloud Untuk Tim DevOps dan CTO

Setelah Insiden ‘Black October’, Ini 5 Strategi Multi-Cloud Untuk Tim DevOps dan CTO

December 8, 2025

Popular Contents

  • Seseorang sedang melihat peta Negara Estonia pada layar

    Dari Serangan Siber ke Kedaulatan Digital: Strategi Open Source ala Estonia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Pengguna ke Pembangun: IT CAMP 2025 Perkenalkan AI Lokal, Terbuka, dan Berdaulat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Keunggulan Canonical MicroCloud: Solusi Ideal & Simpel Bangun Private Cloud

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Contact Us
To say hi, partnership, Press Release, and other collaborations, please contact;
Email: editor@cloudinasia.com

DMCA.com Protection Status
  • About
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2026 Cloud in Asia - Connecting Cloud Community.

  • Login
No Result
View All Result
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial

© 2026 Cloud in Asia - Connecting Cloud Community.

Go to mobile version