SLEMAN, DIY – Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) kembali menggelar acara tahunan mereka, Achmad Yani Muda (AYM) Festival 2025. Mengangkat tema besar “Rise and Shine: Spirit of Young Preneur”, acara ini berlangsung meriah di Kampus 2 Unjaya pada Rabu, 10 Desember 2025.
Festival ini menegaskan komitmen kampus untuk mendorong mahasiswa yang tidak hanya pandai di kelas, tetapi juga berani berwirausaha.
Rektor Unjaya, Prof Triana Hertiani dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mencetak mahasiswa yang berani dan mampu berwirausaha.
Ia menyampaikan juga bahwa kampus harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Kegiatan ini membekali mahasiswa untuk bekerja sama, tidak hanya dengan teman satu kampus, tetapi juga dengan pihak luar,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Dunia Industri
Keseruan acara berlanjut pada sesi siang hari, tepatnya pukul 13.00 hingga 17.00 WIB, dengan digelarnya Technovation 2025. Ini adalah acara tahunan dari Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi (FTTI) yang kini memasuki tahun ketiga.
Pihak penyelenggara juga mengundang berbagai instansi penting untuk menilai karya mahasiswa, mulai dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Koperasi, hingga beberapa perusahaan swasta, termasuk Sivali Cloud Technology, perusahaan teknologi informasi yang fokus pada komputasi awan dan open source. Kehadiran para praktisi industri ini memberikan warna tersendiri dalam memberikan penilaian terhadap inovasi mahasiswa.
Panggung Kreativitas Mahasiswa
Area festival dipenuhi oleh hingga sekitar 30 stan yang memamerkan hasil karya mahasiswa Unjaya. Hal yang menarik di tahun ketiga ini adalah semakin banyaknya peserta dari jurusan non-teknik yang ikut ambil bagian.
Ini menunjukkan bahwa semangat inovasi teknologi kini sudah menyebar ke berbagai jurusan, tidak hanya terbatas pada mahasiswa teknik saja. Stan-stan pameran juga berkesempatan mendapat penilaian dari para juri yang diundang.

Dalam sesi penilaian, tim juri dari Sivali dan tamu undangan Fakultas Teknik Informatika fokus menilai 8 stan terpilih. Stan-stan ini menampilkan karya terbaik dari mahasiswa jurusan Sistem Informasi, Teknik Industri, dan Teknik Informatika.
“Banyak karya mahasiswa Informatika yang sangat kreatif dan berpotensi besar diterima pasar. Event seperti ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kepercayaan diri serta kreativitas mahasiswa ke depannya,” ujar Hendra Permana, salah satu juri sekaligus Marketing Manager Sivali Cloud Technology.
Berbagi Ilmu dan Pengalaman
Sebelum sesi pameran, mahasiswa juga dibekali ilmu melalui kuliah umum dan bincang santai kewirausahaan. Hadir sebagai pembicara adalah Ella Rizki Farihatul M, CEO Nira Lestari Internasional, yang berbagi cerita tentang keberanian memulai bisnis.
Selain itu, ada juga Isa Setyawan, pemilik Gorilland, dan Nofri Yanto Nandi Satriyo dari TMI Indogrosir yang membagikan strategi membangun usaha dari nol.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi wawancara khusus oleh panitia kepada para juri tamu. Perwakilan industri diminta memberikan testimoni serta saran sebagai bahan evaluasi dan penyemangat bagi mahasiswa.
Hendra Permana menjelaskan bahwa acara ini bertujuan memupuk keberanian mahasiswa dalam memvalidasi ide kreatif mereka menjadi produk teknologi yang siap diuji pasar. “Melalui kegiatan ini, para mahasiswa dapat mengetahui sejauh mana produk hasil karya mereka mencapai market fit,” ujar praktisi digital marketing tersebut.
Dengan adanya masukan langsung dari para pelaku usaha dan industri, diharapkan karya-karya mahasiswa Unjaya kedepannya bisa semakin matang dan siap bersaing di dunia kerja. Festival ini kemudian diakhiri dengan hiburan musik yang menyempurnakan semangat “Rise and Shine” bagi seluruh peserta.***






