Di tengah percepatan transformasi digital global, Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) meluncurkan buku panduan komprehensif untuk memodernisasi pendidikan dasar hingga menengah di Indonesia. Berjudul “Buku Pegangan AI untuk Guru TK, SD, SMP, SMA, SMK”, karya ini ditulis oleh Rektor ITTS dan sekaligus dikenal sebagai salah satu pakar teknologi informasi Onno W. Purbo. Buku ini ditujukan untuk guru dari TK hingga SMK dalam memanfaatkan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence.
Inisiatif ini dirancang untuk menyelaraskan metode pengajaran dengan kurikulum “Merdeka Belajar” yang menekankan kemandirian siswa dalam mencari dan mengolah informasi. Pergeseran paradigma ini menuntut guru bertransformasi dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator yang memandu siswa bernalar kritis di era informasi digital.
Menguasai Seni Rekayasa Perintah
Inti dari panduan teknis ini adalah penguasaan “Prompt Engineering”, sebuah keterampilan krusial untuk berkomunikasi secara efektif dengan model Generatif AI seperti Chat GPT. Dokumen ini menyediakan kerangka kerja detail bagi pendidik untuk menyusun instruksi yang menghasilkan rencana pembelajaran dan materi ujian yang presisi.

Buku ini tidak hanya membatasi pada teks, tetapi juga mengeksplorasi pembuatan konten multimedia melalui berbagai platform AI canggih untuk memperkaya pengalaman belajar. Guru didorong untuk memanfaatkan alat seperti Gamma untuk presentasi dan generator video berbasis teks guna menciptakan materi visual yang menarik dan relevan.
Seperti dijelaskan oleh Onno W Purbo dalam bab pembuatan gambar dan visual pendukung. Dalam bab tersebut, dijelaskan tentang gambar dan elemen visual yang berperan sebagai pondasi dalam proses pembelajaran lintas jenjang dapat dilakukan dengan teknologi kecerdasan buatan sehingga mendukung pembelajaran yang lebih efektif, inklusif dan adaptif.
Dengan kemampuan para guru dalam membuat rekayasa perintah berbasis teknologi buatan, pekerjaan bersifat repetitif yang selama ini dilakukan para guru juga dapat diatasi dengan lebih baik. Dalam hal ini, akibatnya guru dapat fokus pada membangun interaksi yang lebih baik dengan siswa.
Hal menarik lainnya mengemuka di bab “Analisis Siswa dengan AI” tentang revolusi cara guru mengelola dan memahami hasil ujian. Dengan penggunaan teknologi AI, para guru akan mendapatkan umpan balik diagnostik yang mendalam tentang area kesulitan siswa. Dengan kondisi seperti ini, akan tercipta pola pendidikan yang lebih efektif dan efisien.
Etika dan Pengawasan Manusia
Meskipun menawarkan efisiensi, penulis memberikan peringatan keras mengenai fenomena “halusinasi” AI, dimana model bahasa dapat menghasilkan informasi yang faktualnya keliru. Oleh karena itu, prinsip “Human in the Loop” ditekankan sebagai standar wajib, yang mengharuskan verifikasi manusia sebelum konten AI digunakan di kelas.
Narasi utama dokumen ini menegaskan bahwa teknologi AI tidak akan menggantikan peran guru, namun akan menggantikan guru yang menolak beradaptasi dengan teknologi. Integrasi alat-alat cerdas ini diharapkan dapat mencetak generasi pelajar Indonesia yang tidak hanya melek digital, tetapi juga adaptif terhadap masa depan.
Dengan adanya buku ini, penulis yang juga dikenal sebagai penemu Wajanbolic, berharap para guru menjadi katalisator pendidik yang lebih efektif dalam memberikan pembelajaran. Dengan menguasai AI, guru diharapkan menjadi lebih produktif, kreatif dan efisien sehingga tidak lagi terbebani oleh tugas administratif yang sudah bisa dilakukan oleh teknologi.
Para guru, pendidik dan pemerhati pendidikan serta masyarakat umum dapat mengunduh buku “Buku Pegangan AI untuk Guru : TK, SD, SMP, SMA, SMK”, di tautan ini (klik disini).***






