Cloud in Asia
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial
No Result
View All Result
  • Cloud Computing
  • Cloud Native Computing
  • VMware
  • OpenStack
  • Kubernetes
  • Linux
  • Red Hat
  • Ubuntu
Cloud in Asia
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial
No Result
View All Result
Cloud in Asia
No Result
View All Result
Home Berita

Bangun Cloud Sendiri: Dua Mahasiswa UKRI Bandung Eksplorasi Teknologi Canonical

Hendra Permana by Hendra Permana
February 12, 2026
in Berita, Cloud Technology
0
Mahasiswa UKRI presentasi hasil karya implementasi openstack

Mahasiswa UKRI presentasi hasil karya implementasi openstack

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, Cloud In Asia – Di tengah riuhnya industri teknologi Indonesia yang didominasi oleh tren pengembangan antarmuka (UI/UX) dan web development, dua mahasiswa Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Bandung, Rifa Fida dan Muhammad Hafizah Ramadhani, memilih jalur yang jarang dilalui rekan sejawatnya: menyelami “mesin” di balik internet, yakni Cloud Computing.

Mahasiswa Teknik Informatika Angkatan 2022 ini tidak hanya mempelajari teori. Mereka berhasil mempraktikkan implementasi infrastruktur cloud kelas enterprise menggunakan teknologi open source dari Ubuntu, yakni OpenStack dan MicroCloud. Sebuah langkah berani yang membuka mata mereka bahwa membangun infrastruktur sekelas penyedia layanan cloud global kini bisa dilakukan secara mandiri dan efisien.

Menemukan “Wow Moment” di OpenStack

Bagi Rifa Fida, ketertarikannya pada dunia jaringan membawanya pada tantangan untuk men-deploy OpenStack, sebuah platform cloud computing standar industri. Pengalaman ini mengubah perspektifnya tentang bagaimana infrastruktur IT bekerja.

“Momen yang paling berkesan itu menurut saya ketika berhasil deploy. Waktu membuka dashboard OpenStack-nya, itu menurut saya paling ‘wah’. Ternyata infrastruktur kampus yang sebelumnya serba manual, bisa berubah jadi sistem terpusat, fleksibel, dan scalable seperti cloud provider profesional,” ujar Rifa antusias ketika ditemui Cloud in Asia di kampus UKRI yang berada di kawasan Jalan Terusan Halimun, Kota Bandung, Selasa (27/01/2026).

Namun, perjalanan menuju keberhasilan itu bukan tanpa tantangan. Rifa menceritakan proses konfigurasi tiga node (Controller, Compute, dan Storage) membutuhkan ketelitian tinggi. 

“Konfigurasi dari Controller ke Compute dan Storage itu susah. Butuh waktu, tapi setelah instalasi selesai, saya jadi sadar bahwa teknologi ini nyata dan bisa dipelajari,” tambahnya. Keberhasilan ini tidak hanya memberinya skill teknis, tetapi juga kepercayaan diri bahwa ia tidak lagi “awam” dalam dunia server dan cloud.

Peluang di Tengah Pasar yang Jenuh

Di luar hal teknis dan perkembangan teknologi,  ada sisi lain lain yang mengemuka dalam perbincangan dengan kedua mahasiswa tersebut. Muhammad Hafizah Ramadhani menilai, pasar tenaga kerja IT di Indonesia sudah mengalami oversupply di sektor Front-end, Back-end, dan UI/UX.

“Alangkah baiknya jika kita berkecimpung di Cloud Computing. Selain belum terlalu populer di Indonesia, ini memberikan poin lebih untuk keahlian kita,” ungkap Hafiz, sapaan akrab alumni SMK Terpadu Ad Dimyati ini.

Pilihan Hafiz lantas jatuh pada MicroCloud dari Canonical. Ia menyoroti kemudahan dan efisiensi teknologi ini, terutama bagi mereka yang ingin membangun home server. “MicroCloud terbilang lebih mudah, terjangkau, dan tidak berat di biaya. Keamanannya pun terjamin karena mewarisi sistem keamanan dari Ubuntu,” jelasnya.

Foto kegiatan praktik teknologi cloud oleh mahasiswa UKRI Bandung di ruang server
Foto kegiatan praktik teknologi cloud oleh mahasiswa UKRI Bandung di ruang server

Eksperimen Hafiz dengan tiga node MicroCloud memberinya wawasan tentang ketangguhan sistem. Ia terkesan dengan fitur high availability, di mana jika satu node mengalami gangguan, sistem dapat dipulihkan tanpa mematikan keseluruhan operasional. 

 

“Saya jadi penasaran, seberapa kuat MicroCloud ini jika diserang (hacking) dan bagaimana cara menanggulanginya,” tutur Hafiz yang kini semakin tertarik mendalami aspek keamanan cloud.

Teknologi Gratis yang Membuka Peluang Karir

Kisah Rifa dan Hafiz membuktikan bahwa mempelajari teknologi cloud kini semakin mudah. Dengan solusi gratis dan open source dari Ubuntu, mahasiswa dapat melakukan simulasi infrastruktur skala industri langsung dari laboratorium kampus atau bahkan rumah mereka.

Hafiz juga memberikan pesan kuat bagi rekan-rekan mahasiswa IT di seluruh Indonesia.

“Berikanlah poin lebih dari dirimu. Meskipun nanti kuliah masuk jurusan yang fokus ke software development, berkecimpunglah dengan hal lain seperti cloud computing agar poin keahlian kita bertambah saat terjun di dunia kerja nanti, tandas Hafiz.

Keberhasilan dua mahasiswa UKRI Bandung ini menjadi bukti nyata bahwa masa depan IT tidak hanya tentang menulis kode aplikasi, tetapi tentang bagaimana membangun infrastruktur yang ingin kita jalankan. Dan kuncinya ada pada kemauan untuk mengeksplorasi teknologi open source yang tersedia luas.***

Related

Tags: canonicalukri

Latest News

Mahasiswa UKRI presentasi hasil karya implementasi openstack

Bangun Cloud Sendiri: Dua Mahasiswa UKRI Bandung Eksplorasi Teknologi Canonical

February 12, 2026
guru mengajar dengan bantuan AI

Bekali Guru Hadapi Era AI, ITTS Luncurkan Buku Pegangan Gratis Pacu Modernisasi Pendidikan

February 5, 2026
AYM Festival Technovation Unjaya 2025

Seru! Semangat Wirausaha Muda Bersinar di AYM Festival dan Technovation 2025 Unjaya Yogyakarta

February 2, 2026
Sesi webinar Netclass Special Edition 2025

NetClass Special Edition: MicroCloud dari Canonical Perkuat Adopsi Cloud Terbuka di Industri dan Kampus

January 23, 2026
Sesi webinar OCR Diatas Ubuntu bersama tim Sivali dan ITTS

Solusi OCR Hibrida Berbasis Ubuntu untuk Kedaulatan Data Perusahaan

January 15, 2026

Popular Contents

  • guru mengajar dengan bantuan AI

    Bekali Guru Hadapi Era AI, ITTS Luncurkan Buku Pegangan Gratis Pacu Modernisasi Pendidikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seru! Semangat Wirausaha Muda Bersinar di AYM Festival dan Technovation 2025 Unjaya Yogyakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Generasi Baru Open Source: Perjalanan Fidelito dari ITTS ke Sivali Cloud Technology

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Contact Us
To say hi, partnership, Press Release, and other collaborations, please contact;
Email: editor@cloudinasia.com

DMCA.com Protection Status
  • About
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2026 Cloud in Asia - Connecting Cloud Community.

  • Login
No Result
View All Result
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial

© 2026 Cloud in Asia - Connecting Cloud Community.

Go to mobile version