Cloud in Asia
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial
No Result
View All Result
  • Cloud Computing
  • Cloud Native Computing
  • VMware
  • OpenStack
  • Kubernetes
  • Linux
  • Red Hat
  • Ubuntu
Cloud in Asia
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial
No Result
View All Result
Cloud in Asia
No Result
View All Result
Home Berita

Dari Bung Tomo ke Era Cloud: Saatnya Indonesia Lawan “Penjajahan Digital” dan Tegakkan Kedaulatan Data

Nabila Sarwadan by Nabila Sarwadan
December 8, 2025
in Berita, Cloud Computing, Cloud Technology
0
ilustrasi artikel Dari Bung Tomo ke Era Cloud

Langkah generasi muda Indonesia menguasai teknologi informasi untuk memperkuat kedaulatan data jadi wujud melanjutkan perjuangan para pahlawan.

0
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Refleksi Perjuangan 10 November

Delapan puluh tahun silam, Bung Tomo membakar semangat arek-arek Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan fisik. Hari ini, perjuangan itu berlanjut dalam bentuk baru berupa menjaga kedaulatan dan keamanan data digital di tengah gempuran layanan teknologi yang  berimplikasi ketergantungan pada vendor asing.

Jika dulu musuh datang membawa senjata, kini bentuknya berganti menjadi proprietary software dan public cloud asing.

Seiring transformasi digital yang pesat, isu keamanan data, regulasi penyimpanan data dan kendali atas data bangsa sendiri makin disorot pemerintah, komunitas TI serta kalangan akademisi . Beberapa aturan seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), Peraturan OJK, serta kebijakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menegaskan: data strategis dan sensitif milik negara tidak boleh disimpan di cloud asing.

Langkah ini bukan semata-mata bentuk proteksi, tapi strategi menjaga kedaulatan digital atau digital sovereignty agar data warga negara tidak dikendalikan dari luar yurisdiksi hukum Indonesia. 

gambar ilustrasi
Langkah generasi muda Indonesia menguasai teknologi informasi untuk memperkuat kedaulatan data jadi wujud melanjutkan perjuangan para pahlawan

“Kedaulatan digital itu bentuk perjuangan masa kini. Dulu kita berperang dengan peluru, sekarang kita harus berjuang dengan kebijakan, talenta, dan infrastruktur yang berdiri di tanah sendiri,” ujar Veros Mohamed, VP Product & Solutions, Sivali Cloud Technology.

Penegasan Veros itu bukan tanpa dasar. Menurut riset Mordor Intelligence dan Litbang Kompas , sekitar 52% perusahaan Indonesia yang menggunakan cloud-based software melaporkan peningkatan efektivitas operasional. Di balik angka yang menunjukkan manfaat besar dari cloud, namun ada fenomena ketergantungan tinggi terhadap penyedia asing seperti AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure, yang menguasai lebih dari 60% pangsa pasar cloud publik di Indonesia.

Pasar Enterprise Software Indonesia sendiri diperkirakan mencapai US$ 546,35 juta pada 2025 (Statista), dengan segmen proprietary software masih mendominasi, misalnya pasar Proprietary Digital Signage Software yang bernilai US$ 64,26 juta pada 2024 (Data Bridge Market Research).

Namun arah angin mulai berubah. Riset Bonafide Research memproyeksikan pasar Open Source Services Indonesia tumbuh lebih dari 20,98% CAGR (2025–2030). Ini sinyal kuat bahwa perusahaan dan lembaga mulai beralih ke solusi terbuka yang lebih aman, transparan, dan mandiri.

Open Source Sebagai Jalan Kemandirian

Dalam keamanan data nasional, Veros mengungkapkan lebih lanjut bahwa teknologi open source menawarkan keunggulan yang tidak dimiliki oleh sistem proprietary tertutup, seperti transparansi kode, dimana pemerintah dan institusi bisa memeriksa serta mengaudit keamanan sistem sendiri.

Selain itu perusahaan juga memiliki kedaulatan operasional, dimana teknologi bisa di-deploy di data center lokal tanpa bergantung pada jenis perangkat keras tertentu yang dikuasai oleh vendor asing. “Kelebihan lainnya adalah efisiensi biaya, dimana biaya lisensi menjadi lebih fleksibel dan hemat untuk skala besar, termasuk di sektor publik, keuangan, kesehatan, transportasi dan pendidikan,” kata Veros yang juga Ketua Umum Komunitas Ubuntu Indonesia.

Kolaborasi antara perusahaan TI Indonesia yang fokus pada komputasi awan  seperti Sivali Cloud Technology dan mitra global penyedia teknologi open source dari Canonical Ubuntu menjadi contoh nyata strategi ini. Keduanya menggabungkan standar global dengan dukungan lokal yang sesuai regulasi Indonesia.

Perjuangan Digital, Semangat yang Sama

Masih merujuk momentum menjelang Pertempuran Surabaya 10 November 1945 silam di, Bung Tomo  berorasi , “Selama banteng-banteng Indonesia masih punya darah merah yang dapat membuat secarik kain putih menjadi merah dan putih, maka selama itu kita tidak akan menyerah kepada siapapun juga.” Kini, makna “tidak menyerah” itu berubah wujud. Bukan lagi di medan perang, tapi di pusat data, kebijakan keamanan, dan adopsi teknologi mandiri.

Kedaulatan digital bukan sekadar jargon teknis, melainkan lanjutan dari semangat para pahlawan kita 10 November. Indonesia harus memastikan setiap bit data, setiap server, dan setiap kode program bekerja di bawah kendali bangsa sendiri.

Dengan potensi pasar cloud nasional yang terus tumbuh dan semangat inovasi open source yang kian kuat, Indonesia punya peluang besar untuk tidak hanya menjadi pengguna, tapi juga pencipta teknologi. Seperti perjuangan Bung Tomo 80 tahun lalu, perjuangan hari ini juga memerlukan keberanian untuk melawan ketergantungan, membangun kemandirian, dan menegakkan kedaulatan digital. ***

Related

Latest News

Poster acara webinar OCR Diatas Ubuntu

Solusi OCR Hibrida Berbasis Ubuntu untuk Kedaulatan Data Perusahaan

January 13, 2026
Ilustrasi gambar kerjasama lintas platform cloud AWS dan Google

Permudah Konektivitas Lintas Platform di Era Multi Cloud, AWS dan Google Cloud Jalin Kemitraan

January 8, 2026
Seseorang sedang melihat peta Negara Estonia pada layar

Dari Serangan Siber ke Kedaulatan Digital: Strategi Open Source ala Estonia

December 25, 2025
Foto bersama pemateri, panitia dan perwakilan peserta IT CAMP 2025

Dari Pengguna ke Pembangun: IT CAMP 2025 Perkenalkan AI Lokal, Terbuka, dan Berdaulat

December 22, 2025
Eropa Genjot Cloud Berbasis Open Source di Tengah Lonjakan Kebutuhan Energi

Eropa Genjot Cloud Berbasis Open Source di Tengah Lonjakan Kebutuhan Energi

December 11, 2025

Popular Contents

  • Ilustrasi gambar kerjasama lintas platform cloud AWS dan Google

    Permudah Konektivitas Lintas Platform di Era Multi Cloud, AWS dan Google Cloud Jalin Kemitraan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Solusi OCR Hibrida Berbasis Ubuntu untuk Kedaulatan Data Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Pengguna ke Pembangun: IT CAMP 2025 Perkenalkan AI Lokal, Terbuka, dan Berdaulat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Contact Us
To say hi, partnership, Press Release, and other collaborations, please contact;
Email: editor@cloudinasia.com

DMCA.com Protection Status
  • About
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2026 Cloud in Asia - Connecting Cloud Community.

  • Login
No Result
View All Result
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial

© 2026 Cloud in Asia - Connecting Cloud Community.

Go to mobile version