Cloud in Asia
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial
No Result
View All Result
  • Cloud Computing
  • Cloud Native Computing
  • VMware
  • OpenStack
  • Kubernetes
  • Linux
  • Red Hat
  • Ubuntu
Cloud in Asia
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial
No Result
View All Result
Cloud in Asia
No Result
View All Result
Home Cloud Technology Cloud Computing

MicroStack: Ringkas & Mudah! Hanya Perlu 20 Menit, OpenStack Langsung Beroperasi

Cloud in Asia Editor by Cloud in Asia Editor
November 27, 2025
in Cloud Computing, Cloud Native Computing, Cloud Technology, Kubernetes, Linux, MicroCloud, Private Cloud, Ubuntu, Virtualization
0
MicroStack: Ringkas & Mudah! Hanya Perlu 20 Menit, OpenStack Langsung Beroperasi
0
SHARES
43
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MicroStack adalah salah satu inovasi terbaru dari Canonical yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan private cloud skala kecil dengan pendekatan yang sederhana dan efisien. 

Dikenal sebagai “OpenStack on Kubernetes”, MicroStack menghadirkan cara mudah untuk menginstal dan menjalankan OpenStack tanpa harus repot mengutak-atik konfigurasi rumit yang biasanya menyertai OpenStack tradisional. Yang menarik, MicroStack berjalan di atas Kubernetes, atau lebih tepatnya, MicroK8s, platform Kubernetes ringan milik Canonical.

MicroStack menawarkan pendekatan cloud-native dengan kombinasi keunggulan OpenStack dan Kubernetes, membuatnya ideal untuk berbagai kebutuhan, seperti edge computing atau skala kecil. 

Proses instalasinya sangat cepat dan sederhana. Hanya perlu beberapa perintah, dan dalam waktu sekitar 20 menit, Anda sudah bisa mulai mengoperasikannya. Sederhana, praktis, tapi tetap bertenaga.

Keunggulan Utama: OpenStack on Kubernetes

Salah satu hal yang menjadikan MicroStack sangat menarik adalah kemampuannya untuk berjalan di atas Kubernetes, sehingga membawa kekuatan orkestrasi Kubernetes ke dalam ekosistem OpenStack. 

Dengan memanfaatkan MicroK8s, MicroStack bisa dengan mudah mengelola beban kerja virtual machine (VM) dan kontainer dalam satu platform terpadu. Jadi, bagi Anda yang membutuhkan infrastruktur yang ringan namun siap menangani beban kerja modern, MicroStack memberikan solusi yang tepat tanpa perlu banyak konfigurasi yang membingungkan.

MicroStack dirancang dengan pendekatan opinionated architecture, artinya, semua sudah diatur dengan konfigurasi default yang masuk akal, sehingga pengguna bisa langsung menggunakannya tanpa harus memahami ribuan parameter konfigurasi OpenStack yang rumit. 

Bagi kebanyakan pengguna, komponen inti OpenStack seperti Keystone (identitas), Nova (compute), Neutron (jaringan), Cinder (penyimpanan), dan Horizon (dashboard) sudah cukup untuk kebutuhan cloud mereka. Ditambah lagi, MicroStack menyertakan OVN sebagai platform jaringan berbasis open-source, memberikan kemampuan overlay jaringan yang scalable dan andal.

Lebih dari itu, MicroStack memberikan pengalaman cloud-native yang benar-benar matang. Dengan memanfaatkan MicroK8s sebagai fondasi Kubernetes-nya, Anda bisa menjalankan VM dan kontainer dalam satu platform. Ini adalah OpenStack dengan keunggulan orkestrasi Kubernetes, tanpa kerumitan.

Kesempurnaan Upstream dengan Sentuhan K8s Native

MicroStack adalah produk upstream OpenStack yang diintegrasikan dengan prinsip-prinsip K8s native. Tanpa ada modifikasi kode, MicroStack menjamin kompatibilitas 100% dengan API OpenStack upstream, memberikan stabilitas dan kemudahan integrasi dengan teknologi lain. 

Pengalaman Kubernetes yang ditawarkan benar-benar cloud-native, berkat penggunaan OCI images dan Kubernetes operators, yang membuat pengelolaan infrastruktur semakin mudah dan efisien.

Instalasinya pun sangat sederhana, hanya butuh dua perintah saja, dan semuanya bisa berjalan dalam waktu dua puluh menit. Dengan pengelolaan yang mudah, konfigurasi yang optimal, dan dukungan penuh dari Canonical, MicroStack menjadi pilihan yang cocok bagi perusahaan kecil hingga menengah, terutama bagi mereka yang ingin mengadopsi teknologi OpenStack tanpa harus membangun infrastruktur yang kompleks.

MicroStack juga sangat cocok untuk lingkungan edge, pengembangan, dan CI/CD (Continuous Integration/Continuous Delivery), terutama di mana sumber daya perangkat keras terbatas namun efisiensi tetap menjadi prioritas utama.

Alternatif: Red Hat OpenStack Services on OpenShift

Sementara MicroStack menawarkan kesederhanaan dan fleksibilitas, Red Hat OpenStack Services on OpenShift mengambil pendekatan yang berbeda. Dengan memadukan OpenStack dengan OpenShift, Red Hat menyajikan control plane OpenStack yang dijalankan sebagai pod-pod Kubernetes di atas platform OpenShift.

Ini memungkinkan integrasi yang mulus antara beban kerja tradisional OpenStack dan proyek-proyek kontainer berbasis Kubernetes, semua dalam satu platform hybrid cloud.

Red Hat OpenStack Services on OpenShift menawarkan fleksibilitas yang lebih besar dalam hal manajemen beban kerja bare-metal, virtual, dan kontainer. 

Namun, solusi ini hadir dengan biaya lisensi yang lebih tinggi dan model lisensi yang kompleks, di mana biaya dihitung berdasarkan jumlah CPU socket, vCPU, serta terabyte (TB) storage. 

Di sisi lain, Canonical menawarkan MicroStack dengan lisensi yang lebih sederhana, di mana biaya hanya dihitung berdasarkan jumlah node fisik, tanpa batasan VM.

MicroStack, Solusi OpenStack yang Lebih Sederhana dan Efisien

Jika Anda mencari solusi cloud skala kecil yang ringan, efisien, dan tidak rumit, MicroStack dari Canonical adalah pilihan yang tepat. Dengan arsitektur yang berbasis Kubernetes, didukung oleh MicroK8s, serta instalasi yang mudah dan dukungan penuh dari Canonical, MicroStack adalah pilihan cerdas bagi siapa pun yang ingin menjalankan OpenStack tanpa kerumitan.

Walaupun Red Hat OpenStack Services on OpenShift menawarkan fleksibilitas yang lebih luas untuk beban kerja hybrid, biaya yang tinggi dan kompleksitas lisensi bisa menjadi hambatan. 

MicroStack, dengan model lisensi yang sederhana dan pengalaman cloud-native yang efisien, menjadi alternatif yang lebih ekonomis dan praktis untuk organisasi yang ingin memanfaatkan OpenStack dengan lebih mudah.

Related

Latest News

Seseorang sedang melihat peta Negara Estonia pada layar

Dari Serangan Siber ke Kedaulatan Digital: Strategi Open Source ala Estonia

December 25, 2025
Foto bersama pemateri, panitia dan perwakilan peserta IT CAMP 2025

Dari Pengguna ke Pembangun: IT CAMP 2025 Perkenalkan AI Lokal, Terbuka, dan Berdaulat

December 22, 2025
Eropa Genjot Cloud Berbasis Open Source di Tengah Lonjakan Kebutuhan Energi

Eropa Genjot Cloud Berbasis Open Source di Tengah Lonjakan Kebutuhan Energi

December 11, 2025
gambar ilustrasi multi cloud

Risiko Single Cloud Mendesak Evaluasi, Multi-Cloud Jadi Opsi Adaptif

December 8, 2025
Setelah Insiden ‘Black October’, Ini 5 Strategi Multi-Cloud Untuk Tim DevOps dan CTO

Setelah Insiden ‘Black October’, Ini 5 Strategi Multi-Cloud Untuk Tim DevOps dan CTO

December 8, 2025

Popular Contents

  • Seseorang sedang melihat peta Negara Estonia pada layar

    Dari Serangan Siber ke Kedaulatan Digital: Strategi Open Source ala Estonia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Pengguna ke Pembangun: IT CAMP 2025 Perkenalkan AI Lokal, Terbuka, dan Berdaulat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Keunggulan Canonical MicroCloud: Solusi Ideal & Simpel Bangun Private Cloud

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Contact Us
To say hi, partnership, Press Release, and other collaborations, please contact;
Email: editor@cloudinasia.com

DMCA.com Protection Status
  • About
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2026 Cloud in Asia - Connecting Cloud Community.

  • Login
No Result
View All Result
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial

© 2026 Cloud in Asia - Connecting Cloud Community.

Go to mobile version