Cloud in Asia
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial
No Result
View All Result
  • Cloud Computing
  • Cloud Native Computing
  • VMware
  • OpenStack
  • Kubernetes
  • Linux
  • Red Hat
  • Ubuntu
Cloud in Asia
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial
No Result
View All Result
Cloud in Asia
No Result
View All Result
Home Berita

Risiko Single Cloud Mendesak Evaluasi, Multi-Cloud Jadi Opsi Adaptif

Nabila Sarwadan by Nabila Sarwadan
December 8, 2025
in Berita, Cloud Computing
0
gambar ilustrasi multi cloud

Gambar ilustrasi: Teknologi Multi Cloud memungkinkan kita untuk menggunakan berbagai jenis infrastruktur cloud untuk mendukung kelancaran operasional bisnis agar tetap berfungsi setiap waktu.

0
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lonjakan biaya cloud, risiko vendor lock-in, dan keterbatasan fleksibilitas mulai menjadi  masalah serta menghantui banyak korporasi dan organisasi besar. Dalam beberapa tahun terakhir, kalangan korporasi di Eropa mulai dari sektor finansial hingga manufaktur mulai menyadari satu hal penting: bergantung pada satu penyedia cloud tidak lagi efisien maupun aman.

Strategi multi-cloud pun muncul sebagai solusi nyata. Dengan memanfaatkan kombinasi penyedia layanan seperti AWS, Google Cloud, dan OpenStack berbasis open source, perusahaan dapat mengoptimalkan biaya, meningkatkan resilience, sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu vendor.

Menurut laporan Gartner 2025, lebih dari 78% perusahaan besar di Eropa kini mengadopsi strategi multi-cloud untuk efisiensi biaya dan penguatan keamanan data. Langkah ini terbukti mampu menurunkan total cost of ownership (TCO) hingga 25–30%, sambil menjaga kinerja operasional di level enterprise.

Relevansi bagi Indonesia: Efisiensi, Regulasi, dan Kedaulatan Data

Di Indonesia, tren multi-cloud juga mulai menguat. Tekanan biaya operasional IT, kebutuhan efisiensi, serta tuntutan kedaulatan data nasional kini mendorong kalangan korporasi, lembaga pemerintah dan layanan publik untuk meninjau ulang strategi cloud mereka.

Kebijakan seperti Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) mewajibkan data publik dan sensitif untuk dikelola di dalam negeri. Dalam konteks ini, pendekatan multi-cloud dengan kombinasi local cloud providers dan open-source stack seperti OpenStack atau Ubuntu menjadi solusi yang lebih adaptif, efisien, dan sesuai dengan lanskap regulasi Indonesia.

Dengan membagi beban kerja ke beberapa platform, perusahaan tidak hanya menghindari single point of failure, tetapi juga dapat melakukan optimasi biaya berdasarkan kekuatan unik setiap penyedia cloud.
Misalnya, Canonical MLOps dengan Charmed Kubeflow dimanfaatkan untuk orkestrasi lifecycle machine learning, sementara Ubuntu OpenStack berperan sebagai fondasi infrastruktur yang menjamin performa pengelolaan data dan analitik, sekaligus memastikan kepatuhan mutlak terhadap prinsip data sovereignty dan regulasi nasional.

Strategi Implementasi

Untuk mencapai efisiensi nyata, adopsi multi-cloud tidak bisa hanya bersifat teknis. Perusahaan dan institusi pemerintah perlu memulainya dengan langkah-langkah strategis seperti:

  1. Audit beban kerja (workload audit) untuk menentukan layanan mana yang paling efisien di tiap platform.
  2. Integrasi DevOps lintas cloud, agar tim IT dapat mengelola infrastruktur secara terpusat dan efisien.
  3. Automasi dan observability, guna mengontrol performa serta biaya di berbagai lingkungan cloud.
  4. Kemitraan strategis dengan penyedia cloud lokal, agar tetap patuh pada regulasi dan menjaga kedaulatan data nasional.
gambar ilustrasi multi cloud
Gambar ilustrasi: Teknologi Multi Cloud memungkinkan kita untuk menggunakan berbagai jenis infrastruktur cloud untuk mendukung kelancaran operasional bisnis agar tetap berfungsi setiap waktu.

Langkah-langkah ini terbukti menjadi kombinasi sukses di Eropa dalam menurunkan cloud waste hingga 30%, sekaligus memperkuat business resilience ketika terjadi gangguan global.

Bagi perusahaan di Indonesia, multi-cloud bukan sekadar diversifikasi teknologi, tetapi fondasi untuk membangun bisnis yang lebih efisien, aman, dan mandiri.

Dengan strategi yang tepat, pendekatan ini dapat menekan biaya operasional, meningkatkan kontrol atas data, dan memperkuat posisi korporasi swasta, BUMN, lembaga pemerintah dan layanan publik dalam akselerasi transformasi digital di Tanah Air. Pada akhirnya, keputusan bukan hanya soal “cloud mana yang lebih murah”, melainkan bagaimana organisasi mampu mengorkestrasi berbagai cloud dengan cerdas untuk menjaga efisiensi tanpa kehilangan fleksibilitas.

Di sinilah masa depan efisiensi IT terbentuk: bukan di satu cloud, tetapi di harmoni multi-cloud. ***

Related

Latest News

Foto bersama sesi final Netcomp 4.0 UGM

Netcomp 4.0 Vokasi UGM: Adu Skill Networking hingga Bahas Kedaulatan Digital

February 16, 2026
Mahasiswa UKRI presentasi hasil karya implementasi openstack

Bangun Cloud Sendiri: Dua Mahasiswa UKRI Bandung Eksplorasi Teknologi Canonical

February 12, 2026
guru mengajar dengan bantuan AI

Bekali Guru Hadapi Era AI, ITTS Luncurkan Buku Pegangan Gratis Pacu Modernisasi Pendidikan

February 5, 2026
AYM Festival Technovation Unjaya 2025

Seru! Semangat Wirausaha Muda Bersinar di AYM Festival dan Technovation 2025 Unjaya Yogyakarta

February 2, 2026
Sesi webinar Netclass Special Edition 2025

NetClass Special Edition: MicroCloud dari Canonical Perkuat Adopsi Cloud Terbuka di Industri dan Kampus

January 23, 2026

Popular Contents

  • Mahasiswa UKRI presentasi hasil karya implementasi openstack

    Bangun Cloud Sendiri: Dua Mahasiswa UKRI Bandung Eksplorasi Teknologi Canonical

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bekali Guru Hadapi Era AI, ITTS Luncurkan Buku Pegangan Gratis Pacu Modernisasi Pendidikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Frank Zhang Pendiri ZStack Cloud: Tokoh Revolusioner Komputasi Awan asal Tiongkok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Contact Us
To say hi, partnership, Press Release, and other collaborations, please contact;
Email: editor@cloudinasia.com

DMCA.com Protection Status
  • About
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2026 Cloud in Asia - Connecting Cloud Community.

  • Login
No Result
View All Result
  • Berita
  • Review
  • Opini
  • Tutorial

© 2026 Cloud in Asia - Connecting Cloud Community.

Go to mobile version