Transformasi digital di Indonesia terus didukung dan dilakukan secara konkret oleh banyak kalangan, dari pemerintah, pelaku usaha swasta, BUMN, akademisi dan para profesional teknologi informasi. Namun kerja-kerja kolaboratif guna mewujudkan “Making Indonesia 4.0” ini masih menghadapi realitas infrastruktur digital yang beroperasi di atas teknologi yang heterogen.
Salah satunya, dari sisi perangkat keras industri yang dirancang dengan siklus hidup aset mencapai 15 hingga 20 tahun demi memaksimalkan pengembalian investasi. Sebaliknya, perangkat lunak sistem operasi berevolusi cepat dan sering mencapai status akhir masa dukungan dalam waktu 3 hingga 5 tahun saja.
Kesenjangan umur aset ini memaksa korporasi dan lembaga menghadapi dilema antara melakukan peremajaan perangkat keras yang mahal atau mengoperasikan sistem yang tidak aman. Insiden serangan siber terhadap salah satu pusat data nasional pada 2024 menjadi pengingat bahwa manajemen aset digital merupakan hal yang tidak dapat diabaikan.
Merespons kondisi seperti ini, perusahaan-perusahaan teknologi informasi melakukan langkah strategis. Salah satu inisiatif taktis datang dari Canonical yang memperluas dukungan jangka panjang perangkat lunak mereka melalui fitur Legacy Add On Support pada Ubuntu Pro. Upaya ini demi memperpanjang masa dukungan keamanan perangkat lunak hingga 15 tahun, melampaui standar industri yang sebelumnya hanya berkisar 10 tahun.
Keberlanjutan Operasional dan Efisiensi Modal
Solusi Legacy Add On Support dari Ubuntu Pro ini menawarkan fitur Kernel Live Patching yang memungkinkan penerapan perbaikan keamanan kritis pada sistem berjalan tanpa perlu melakukan reboot. Kemampuan ini sangat krusial bagi operator infrastruktur vital untuk menutup celah keamanan segera tanpa menunggu jendela pemeliharaan rutin.

Menurut VP Product and Solutions Sivali Cloud Technology, Veros Muhamed, program Legacy Add-on dalam Linux Ubuntu ini menguntungkan para stakeholders dari sisi manajerial infrastruktur dan juga aplikasi.
“Karena dalam operating system berbasis open source seperti Linux, ada beberapa kasus di mana OS yang sudah dipakai dalam manajerial infrastruktur dan juga aplikasi tadi, akhirnya tidak lagi mendapat dukungan penuh dari prinsipal. Penyebabnya ialah OS sudah End-of-Life atau End-of-Support,” ujarnya.
Pegiat komunitas sumber terbuka ini juga menyoroti keleluasaan yang diberikan Program Legacy Add-on Ubuntu terhadap manajerial infrastruktur dan juga aplikasi dengan dukungan Enterprise-grade SLA, yang menjadikan Ubuntu yang sudah digunakan akan tetap stabil dengan update-update dan perawatan atau maintenance langsung dari prinsipal Ubuntu, yaitu Canonical hingga 15 tahun kedepan.
Dari sisi efisiensi, model ini mengubah beban investasi modal besar untuk penggantian perangkat keras menjadi biaya operasional berlangganan yang lebih terprediksi. Fleksibilitas fiskal ini sangat menguntungkan entitas bisnis seperti BUMN dan juga instansi pemerintah yang sering kali memiliki keterbatasan anggaran belanja modal tahunan.
Begitu pula bagi industri manufaktur dan tekstil, dukungan ini memungkinkan perangkat keras dengan teknologi lama tetap terhubung ke jaringan IoT secara aman tanpa investasi mesin baru yang mahal. Hal ini menjembatani kebutuhan efisiensi data real-time tanpa mengekspos sisi produksi pada risiko sabotase siber yang melumpuhkan.
Penguatan Akses Pasar Global
Penerapan dukungan jangka panjang ini selaras dengan mandat regulasi nasional yang menekankan pada ketahanan dan manajemen risiko infrastruktur informasi vital. Langkah proaktif ini memberikan bukti konkret kepada regulator bahwa organisasi telah mengambil langkah due diligence dalam mengelola sistem warisan.
Di panggung global, standar keamanan siber kini menjadi hambatan non-tarif, seperti terlihat pada penerapan Cyber Resilience Act (CRA) oleh Uni Eropa. Produsen Indonesia yang ingin mengekspor produk digital ke pasar Eropa wajib menjamin keamanan siber sepanjang siklus hidup produk tersebut.
Dengan membangun produk di atas platform yang mendapat jaminan dukungan hingga 15 tahun, eksportir dapat memberikan deklarasi kesesuaian yang valid. Strategi ini tidak hanya mengamankan infrastruktur domestik tetapi juga mengamankan akses pasar ekspor bagi produk teknologi buatan Indonesia.
Mengadopsi strategi dukungan jangka panjang bukan sekadar keputusan teknis, melainkan langkah fundamental menjaga kedaulatan digital dan keberlanjutan ekonomi. Membiarkan sistem beroperasi tanpa dukungan keamanan adalah tindakan kelalaian yang tidak dapat ditoleransi dalam era data sebagai aset strategis nasional.***

