SURABAYA, Cloud In Asia — Sebanyak 131 mahasiswa Teknik Informatika Universitas Surabaya (Ubaya) memadati Gedung SGFTB Lantai 6, Kampus Ubaya, Surabaya, Jawa Timur, guna mendalami pemanfaatan teknologi open-source dan sistem operasi dalam lanskap industri modern, Jumat (26/6/2026).
Kuliah umum yang bertajuk “Learn Open Source With Ubuntu” digelar untuk membekali para mahasiswa Teknik Informatika Ubaya dengan informasi terbaru akan teknologi yang adaptif terhadap kebutuhan pasar global saat ini.
Praktisi teknologi, Veros Muhamed, yang hadir sebagai pembicara utama menekankan bahwa menguasai ekosistem Ubuntu merupakan investasi karier yang sangat strategis bagi para mahasiswa. Fleksibilitas sistem ini membuatnya diadopsi secara masif di berbagai lapisan infrastruktur digital, mulai dari perangkat terkecil seperti Internet of Things (IoT) hingga platform raksasa seperti server korporasi dan supercomputer.

“Ubuntu saat ini diakui sebagai distribusi Linux nomor satu di dunia. Di Indonesia sendiri, Ubuntu mendominasi dengan menguasai 25,8 persen pangsa pasar Linux,” ujar Veros.
Menurut VP Product and Solutions Sivali Cloud Technology ini, tingginya angka tersebut selaras dengan penetrasi teknologi sumber terbuka (open-source) di dalam negeri yang tumbuh pesat. Berdasarkan data industri, sekitar 78 persen perusahaan di Indonesia telah menerapkan perangkat lunak open-source dalam operasional bisnis mereka.
Tren ini mencakup berbagai sektor vertikal mulai dari industri perbankan, instansi pemerintahan, korporasi skala besar, hingga sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Kondisi tersebut kian diperkuat oleh adanya dukungan dari pemerintah Indonesia dalam mendorong adopsi teknologi sumber terbuka demi efisiensi dan kemandirian digital.
Merespons lonjakan permintaan industri akan “Ahli Ubuntu”, Veros memotivasi mahasiswa bahwa kesuksesan profesional dan pengakuan global kini dapat diraih melalui jalur karier alternatif berbasis keahlian spesifik. Salah satunya lewat sertifikasi internasional seperti yang dikeluarkan oleh Linux Foundation.
Guna mencapai relevansi kompetensi tersebut, mahasiswa dapat menempuh jalur pelatihan terstruktur Administrator Sistem melalui Canonical Academy yang mencakup penguasaan Terminal Linux, Desktop Ubuntu, hingga Server Ubuntu.
Sinergi Akademik dan Industri
Kebutuhan akan peningkatan kompetensi di bidang cloud computing, cloud-native, open-source platform, serta keamanan data ini diakui memerlukan kerja sama yang erat antara dunia pendidikan tinggi dan pelaku industri. Untuk mendukung keberlanjutan proses belajar mahasiswa pasca-kuliah umum tersebut, Prodi Teknik Informatika Ubaya meresmikan kemitraan strategis dengan PT Sivali Catur Lestari (Sivali Cloud Technology).

Peresmian kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan langsung oleh Kepala Program Studi Teknik Informatika Ubaya, Prof. Dr. Joko Siswantoro, bersama Presiden Direktur Sivali Cloud Technology, Wong Sui Jan, di sela-sela rangkaian acara.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa dan dosen Ubaya akan mendapatkan akses lebih luas terhadap program sertifikasi internasional Canonical Academy (SysAdmin). Selain itu, ruang lingkup kemitraan juga mencakup program magang mahasiswa, rekrutmen kelulusan, program volunteer, hingga pendirian komunitas open-source di lingkungan kampus.
Ke depan, kedua belah pihak bersepakat mengembangkan kerja sama ini menuju pembentukan federasi antar-kampus di bidang teknologi cloud dan Linux Ubuntu.

Joko Siswantoro didampingi jajaran kepala laboratorium dan para dosen menyambut baik kolaborasi praktis ini. Kemitraan strategis tersebut dinilai menjadi langkah konkret untuk menaikkan standar kompetensi civitas akademika agar siap menghadapi dinamika industri global, sekaligus membangun ekosistem riset dan inovasi yang berbasis pada solusi teknologi terkini.***

