Selama bertahun-tahun, raksasa penyedia layanan komputasi awan (cloud) beroperasi seperti banteng yang saling bersaing, memaksa perusahaan pelanggan untuk memilih salah...
Read moreDetailsPada 2030, kebutuhan listrik global untuk pusat data diproyeksikan hampir dua kali lipat dibandingkan 2025. Ini didorong oleh ekspansi pesat...
Read moreDetailsLonjakan biaya cloud, risiko vendor lock-in, dan keterbatasan fleksibilitas mulai menjadi masalah serta menghantui banyak korporasi dan organisasi besar. Dalam...
Read moreDetailsCloud Outage Black October Oktober 2025 tercatat sebagai bulan kelam, atau 'Black October', bagi ekosistem komputasi awan global. Dua insiden...
Read moreDetailsRefleksi Perjuangan 10 November Delapan puluh tahun silam, Bung Tomo membakar semangat arek-arek Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan...
Read moreDetailsApa itu OLVM? Oracle Linux Virtualization Manager (OLVM) adalah platform manajemen virtualisasi server berbasis open-source yang dirancang untuk menyederhanakan pengelolaan...
Read moreDetailsMicroStack adalah salah satu inovasi terbaru dari Canonical yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan private cloud skala kecil dengan pendekatan yang...
Read moreDetailsDalam dunia teknologi informasi yang terus berkembang, kebutuhan akan infrastruktur yang fleksibel, terotomasi, dan mudah dikelola semakin mendesak. Red Hat,...
Read moreDetailsHarvester, solusi Hyperconverged Infrastructure (HCI) yang dikembangkan oleh SUSE, adalah salah satu teknologi terbaru yang dirancang untuk mendukung modernisasi infrastruktur...
Read moreDetailsCharmed OpenStack merupakan solusi cloud open-source yang ditawarkan oleh Canonical, perusahaan di balik Ubuntu. Teknologi ini menawarkan platform infrastruktur cloud...
Read moreDetails© 2026 Cloud in Asia - Connecting Cloud Community.